Kriminal

Akibat Depresi, Seorang Ibu Tega Menenggelamkan Bayinya

Barometernews, Jakarta – Diduga depresi, seoran ibu bernama Yulia (45) melakukan penyiksaan kepada anaknya berinisial J 7 bulan di kolam renang Apartemen Green Park View Tower F 217 Rt008 Rw05 Kel. Duri Kosambi Kec. Cengkareng Jakarta Barat pada Rabu (19/8) siang.

Kanit Reskrik Polsek Cengkareng, AKP Antonius membenarkan peristiwa penyiksaan yang dilakukan oleh Yulia terhadap anak kandungnya sendiri.

“Kami mendapat laporan dari warga lantai 2 adanya mengenai keributan di lantai setelah dicek informasi telah terjadi prilaku yang tidak wajar di kamar Yulia unit F 217,” ucap Antonius.

Saat itu, Yulia tengah adu mulut dengan pihak security aparteman lantaran ingin menyematkan bayi J. Sebab, sejak di kolam renang, Yulia melakukan penyiksaan kepada J dengan cara melepas pelampung dan membiarkan J tenggelam dalam kolam renang.

Tak lama setelah itu, Yulia kembali menggendong J dan lagi-lagi menceburkan anaknya. Pihak keamanan aparteman sudah sempat meminta kepada Yulia agar tidak melakukan hal tersebut.

“Dari keterangan saksi sempat kejang sang anak. Ya kondisi sedikit membiru, saksi lain ada yang bikin video, tapi saksi saksi tidak ada yang langsung ambil bayi J hanya teriak saja,” ungkapnya.

Anton menambahkan, dari keterangan saksi di lokasi, bahwa Yulia memiliki hubungan spesial dengan Warga Negara Asing (WNA) Nigeria. Kemudian, lanjut dia, Yulia juga sering berhubungan badan dengan WNA lain hingga hamil.

Diduga hal ini yang menyebabkan Yulia depresi lantaran semua lelaki WNA yang sudah menidurinya tidak mau bertanggungj

“Dia diketahui kurang baik kejiwaannya sehingga dengan terjadinya melempar bayi J warga sekitar sudah faham,” tegasnya.

Akhirnya warga sekitar pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Cengkareng dan Dinas Sosial untuk segera membawa Yulia dan menyelamatkan J. Sebab, warga takut J tewas ditangan Yulia yang memiliki gangguan kejiwaan.

“Kamarnya juga dalam keadaan tidak layak, unit tanpa listrik tanpa air, pelaku dalam tekanan jiwa, pelaku tidak bekerja, makan dan minum susu untuk bayi J masih di suport dari donatur, korban bayi Jo sering di tinggal sendiri alasan nya si pelaku ibu kandung nya karena bayi J masih bayi dan gak mungkin kemana-mana, pelaku pernah menikah tapi sudah bercerai memiliki 2 anak dari suami sah sebelum nya,” tutupnya (Tito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close