Nasional

Akibat Digadai, Ratusan Warga Kalideres Terancam Di Cabut KJP-nya

Barometernews, Jakarta – Ratusan warga di Kalideres, Jakarta Barat terancam kehilangan haknya atas penerimaan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) lantaran KJPbyang sudah ada di gadaikan mereka ke sebuah toko perlengkapan sekolah.

Kasubbag TU UPT Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Asriyanto mengatakan hal itu terungkap dalam kasus pemerasan yang ditangani Polsek Kalideres, dari data polisi, Asriyanto mengatakan beberapa warga diketahui menggadaikan KJP.

“Itu ada laporan beberapa menggadaikan ke rentenir, sudah ditindak lanjut ke kepolisian, kemudian kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian bersama dengan Sudin Pendidikan Jakarta Barat,” kata Asriyanto dikonfirmasi Rabu (15/7).

Asriyanto mengatakan, siatem yang ada dalam pencairan KJP akan langsung dikirimkan ke rekening masing-masing penerima tanpa perantara, hak itu dilakukan agar dana KJP yang ada tidak bisa di salahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Sementara menunggu pencairan dana KJP, ratusan warga Kalideres tidak sabar, kemudian banyak warga menggunakan kartu KJP lantas menggadaikannya ke pemilik toko perlengkapan sekolah yang kini jadi korban pemerasan oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan dan anggota polisi.

Dalam hal ini Asriyanto menegaskan adanya salah satu pasal yang melarang keras perpindahan tangan KJP dalam bentuk apapun.

“Kalau di Pergub, ada salah satu pasal larangan untuk menggadaikan atau menjaminkan KJP, itu sudah jelas,” ujarnya.

Jika melanggar pasal tersebut, hukuman yang diberlakukan adalah pencabutan KJP kepada yang menerima.

Asriyanto mengatakan saat ini pihak UPT P4OP masih menunggu penyelidikan dari Polsek Kalideres terkait kasus pemerasan yang berkaitan dengan KJP tersebut.

Polsek Kalideres menangkap empat orang pemeras yang bermoduskan pelanggaran terhadap penggunaan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Kapolsek Kalideres Kompol Slamet menyebutkan, para tersangka ini memeras sebuah toko di kawasan Kalideres yang melayani pembelian menggunakan KJP.

“Dalam kasus ini para pelaku mendatangi korban di tkp dengan tuduhan adalah dugaan penyelewangan Kartu Jakarta Pintar,” ujar Slamet di Polsek Kalideres, Selasa kemarin.

Dalam prosesnya, para tersangka mengaku sebagai polisi dan wartawan.

Waktu itu para tersangka ini megambil sebanyak 219 KJP yang digadai di toko tersebut kemudian melakukan pemerasan terhadap pemilik toko dengan meminta uang sebanyak Rp 50 Juta.

Tak hanya itu, para tersangka ini membawa korbannya kedalam sebuah mobil dan berkendara ke arah Grogol.

Di dalam mobil tersebut, para tersangka memeras korbanya tersebut. Mereka meminta “uang damai” dari korban agar tuduhan penyelewangan itu tidak berlanjut.

“Di dalam mobil minta uang damai sebesar Rp 50 juta. Namun demikian karena korban tidak memiliki uang sebesar itu sehingga terjadi kesepakatan sesuai dimiliki korban 4,5 juta,” ujar Slamet.

Sementara itu, toko perlengkapan sekolah yang jadi korban pemerasan oleh polisi dan wartawan gadungan di Kalideres, Jakarta Barat terancam dicoret dari toko yang bisa melayani Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Asriyanto mengatakan pihaknya akan mencabut izin kerjasama terhadap toko tersebut karena memfasilitasi warga untuk menggadaikan KJP.

“Iya (tidak boleh lagi menerima KJP), kan mereka kerja sama itu, dia akan masuk ke daftar yang kita sanksi juga,” ujarnya.

Asriyanto menjelaskan, dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 4 Tahun 2018 yang mengatur tentang KJP, ada salah satu pasal yang menegaskan bahwa KJP tak boleh digadaikan atau menjadi jaminan.

Pelanggaran tersebut sama beratnya dengan apabila peserta didik ikut tawuran atau tindak kriminal lainnya.

“Kalau peserta didik di Pasal 35 nya itu melanggar salah satu atau akumulatif, dikenakan sanksi penarikan dana atau penghentian KJP-nya,” ujarnya.

Hal tersebut juga berlaku bagi toko yang menerima penggadaian KJP.

Ada ratusan warga Kalideres juga terancam dicabut haknya terkait kasus penggadaian KJP ini.

Kasus penggadaian ini terungkap setelah polisi menangkap empat tersangka yang memeras peilik toko perlengkapan sekolah tersebut.

Saat ditangkap, polisi mengamankan 219 KJP milik warga yang diambil tersangka dari toko tersebut. (Tito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close