Nasional

Berusaha Melawan, Polisi Tembak Kaki Pelaku Penusuk Wanita Di Tamansari

Barometernews, Jakarta – Kasus penusukan dan perampokan seorang wanita muda di Tamansari, berhasil di ungkap dengan cepat oleh Polisi.

Tak butuh waktu lama, pada Rabu malam polisi berhasil menemukan keberadaan Pelaku utama, Muhajirin (22) di rumahnya di kawasan Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat. Jumat (8/5)

Namun, karena berusaha melawan, timah panas bersarang di kaki kiri Muhajirin.

Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Abdul Ghofur menjelaskan, Mujahirin yang bekerja sebagai Driver Ojek Online Grab Bike, ini merencanakan perampokan dengan menyasar korbannya seorang wanita muda yang diduga kuat PSK Online, selain berniat bawa kabur harta benda korban, pelaku berniat menyetubuhi korban dengan “gratis”.

Dikatakan Ghafur, kejadian berawal pada Minggu dini hari sekira Puku 02.00 WIB, dua sepeda motor berhenti di sebuah hotel kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Dari empat orang pria yang datang, hanya satu saja yang masuk ke dalam hotel dan menuju ke kamar yang telah dipesan.

Pria itu adalah Muhajirin alias Konong (22) pengemudi Grab Bike yang malam itu sedang menjadi pria petualang, bermaksud mendatangi sang wanita.

Dari dalam kamar, seorang wanita yang raut wajahnya terlihat sudah kesal membukakan pintu.

“Nih uang Rp 600 ribu, gue tepatin janji gue,” mungkin begitu kira-kira ucapan yang disampaikan Konong kepada E (19) sang wanita,” ujar Abdul Ghafur.

Ghafur menjelaskan terkait kronologi kasus ini di awali dengan perkenalan antara korban dan pelaku dari aplikasi Michat hingga terjadinya penganiayaan yang mengakibatkan E mengalami 12 luka tusukan.

Namun, sebelum aksi berdarah itu, terkait keberadaan Konong dan E di dalam satu kamar, karena telah ada kesepakatan kencan satu malam seharga Rp 600 ribu.

“Saat datang pelaku bilang (alasan telat) nunggu uang, uangnya terlambat. Jadi pertama bertemu, yang pertama diserahkan uangnya Rp 600 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya, E memang sudah kesal terhadap Konong lantaran tak kunjung datang melewati waktu yang disepakati.

E telah tiba sejak Sabtu malam Pukul 23.00 WIB, namun Konong baru tiba tiga jam kemudian, Itu pun setelah E menyindir isi kantong Konong.

“Karena tadinya korban awal janjian jam 11 namun pelaku tidak datang. Jadi korban agak kesal. Sehingga timbullah perkataan tidak baik dari korban “Ada uang enggak  sih, kalau enggak uang yaudah”,” kata Ghafur.

Aksi penganiayaan dengan pisau lipat yang dibawa Konong dilakukannya setelah dia puas melampiaskan hasrat seksualnya terhadap E.

Awalnya, Konong mencekik E, namun karena korban melawan, emosi Konong semakin menjadi.

Ia pun mengambil pisau lipat dari balik bajunya yang ia letakan di samping kasur untuk menghabisi E.

Alhasil, sebanyak 12 tusukan serta darah yang memenuhi seisi kamar menjadi bukti kekejian Konong. 

Pisau lipat itu pun dibiarkan menancap di leher belakang E saat Konong pergi meninggalkan kamar dengan membawa uang, ponsel dan cincin E.

“Pelaku juga sempat mencoba mencekoki obat warna hijau ke dalam mulut korban,” kata Ghafur.

Beruntung meski bersimbah darah dengan belasan luka tusuk, nyawa E masih tertolong.
Atas kejadian tersebut, polisi pun bergerak melacak Konong selaku pelaku utama.

Dalam kasus ini, polisi juga telah menangkap IR (39) warga Kembangan, Jakarta Barat, Ghafur menjelaskan IR adalah penadah yang membeli ponsel curian milik E.

“Untuk IR kami kenakan Pasal 480 KUHP sebagai penadah. Pelaku M kita kenakan Pasal 365 ayat 4 tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 351 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan, jadi kami gunakan pasal berlapis,” ujar Ghafur.

Selain Konong dan IR, polisi masih memburu D, rekan Konong yang menjadi perantara terhadap IR.

“D itu perannya juga yang mengantar pelaku ke hotel kemudian setelah itu menjemput kembali serta membawa pelaku ke rumah sakit untuk mengobati luka hasil gigitan korban,” ucap Ghafur. (Tito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close