Kabupaten Bogor

Curug Ciputri Gunung Halimun Salak ll Menuai Polemik

Barometernews, Kab. Bogor – Letak Curug Ciputri berada di wilayah kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) II Desa Tapos 1 kecamatan Tenjolaya. Objek wisata tersebut saat ini dikelola oleh badan hukum Koperasi Rizky bersama yang beranggotakan masyarakat sekitar.

Dibalik suasana sejuk nan asri, ternyata Pesona Curug Ciputri juga memukau bagi siapa saja yang mengunjunginya. Selain baru beberapa hari tidak turun hujan aliran air padalarang 1 menjadi kering, juga beredar kabar akan di kelola perusahaan swasta.

 

Kini isu tersebut menjadi nyata, terbukti dengan adanya undangan yang di layangkan pihak TNGHS II kepada masyarakat sekitar yang dianggap memiliki persoalan hukum yang harus segera di selesaikan, hal ini dibenarkan Saiban yang merupakan pemilik tanah.

“Betul saya dapat undangan dari pihak taman nasional, agar pada hari itu saya diharuskan hadir di kantor Kecamatan,” terangnya.

Ketika ditanyakan terkait subtansi undangan tersebut, Saiban menyampikan masalah bangunan rumah saya mas. Selain itu, menurut pihak Taman Nasional rumah Saiban berdiri diatas tanah lahan milik Taman Nasional.

Lanjut Saiban, dirinya tidak merasa merebut atau merampas hak Taman Nasional. Saiban membeli dari masyarakat, buktinya juga ada dan bukti itu di tanda tangani oleh penjul dan ahli waris serta ada stample Desa dan di tandatangani Kepala Desanya.

“Saya orang bodoh jangan di bodoh bodohin lagi, makanya pas nanti di kantor kecamatan nanti apakah kepala Desa dan si penjual juga ahli waris ikut di undang tidak. ” tegasnya dengan bernada kesal.

 

Setelah undangan dilayangkan, barulah masyarakat memiliki pandangan bahwa persoalan ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sebelumnya masyarakat merasa tidak tau menau lantaran tidak ada sosialisasi yang dilakukan baik dari TNGHS II apalagi dari pihak perusahaan swasta tersebut, hal ini di ungkapkan salah satu warga yang berinisial BA yang namanya enggan di publikasikan.

“Waduh ini jangan dianggap sebelah mata nih, ternyata beneran ini, kok aneh ya kenapa pemerintah tidak ada sosialisasi ke masyarakat sekitar objek wiasata ini,”pungkasnya. (Bin)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close