Seputar Depok

Diduga, Oknum DPC Pepabri Depok Motor Penggerak Galian Tanah Ilegal

Diduga saudara Sitompul DPC Pepabri Kota Depok yang melakukan kegiatan ini. Saya akan menempuh jalur hukum terkait perusakan tanah ini,

Barometernews, Depok – Galian tanah ilegal yang berlokasi di Parung Serab Tirtajaya Sukmajaya Depok. Diduga motor penggeraknya oknum yang mengatas namakan orang DPC Pepabri Depok. Kamis (15/8).

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (DPC PP) Rudi Samin mengatakan bahwa dirinya adalah putra dari pemilik tanah yang bernama almarhum Muhamad Samin.

Pada tahun 1997 dirinya telah mengajukan permohonan ke pengadilan Kota Depok terkait tanah perfonding. Pada tahun 2013, pengadilan memutuskan dan menyerahkan tanah-tanah sengketa kepada Rudi Samin.

“Berdasarkan berita acara eksekusi pengadilan isinya sudah sangat jelas. Tanah-tanah sengketa secara resmi telah diserahkan kepada saya selaku pemohon eksekusi. Pengadilan juga memutuskan, saya selaku pemilik yang sah,”ujarnya.

Rudi melanjutkan terkait pepabri, masing – masing anggota pepabri mendapatkan jatah 200 meter persegi.

“Sesuai amanat almarhum, pada saat mau meninggal tahun 1999. Perkepala anggota pepabri diberikan masing – masing seluas 200 meter,”ucapnya.

Rudi melanjutkan, sesuai putusan PK 588 dan PK 815, jumlah pepabri 666 kepala keluarga.

“Pepabri yang berada di PR 03 dan PR 04 jumlahnya 666 kepala keluarga. Ada PR Khusus Hankam saat itu, berdasarkan kebijaksanaan ranting Pa Karim,”tuturnya.

Selain itu, Rudi mengatakan ada MOU Notaris di tahun 2006.

“Saya telah melakukan kesepakatan dengan pepabri di hadapan notaris. Jatah saya seluas 25 hektar dan jatah pepabri dan pemilik perfonding seluas 20 hektar. Semuanya sudah dibuatkan akta hibahnya masing – masing dan semua saya yang menandatanganinya dengan ketua ranting pa Karim,”imbuhnya.

Terkait kegiatan penggalian tanah ilegal, rudi samin mengatakan harus ada ijin terlebih dahulu kepada masing-masing pemilik tanah hibah.

Rudi Samin menduga kegiatan galian tanah ilegal di tunggangi oleh DPC Pepabri kota Depok.

“Ada yang menjual nama-nama pejabat, terutama pejabat TNI. Diduga saudara Sitompul DPC Pepabri Kota Depok yang melakukan kegiatan ini. Saya akan menempuh jalur hukum terkait perusakan tanah ini,”katanya.

“Saya juga sudah mengecek ke pa Muldoko terkait kegiatan ini. Beliau tidak pernah memerintahkan untuk mendoser tanah ini. Ini semua hanya kepentingan pribadi dari oknum pepabri,”jelasnya.

Terkait penggalian tanah ilegal, Rudi Samin tidak mengetahuinya sama sekali.

Sementara itu salah satu anggota Pepabri dan pemegang surat hibah Eci kuraesin mengatakan, pihaknya tidak pernah dihubungi atau diminta izin oleh salah seorang yang mengaku oknum dari Pepabri.

“Saya tidak tau menahu tanah ini untuk apa di buldozer dan di jual berapa serta kepada siapa jadi sebagian orang pepabri tidak tahu itu sebabnya kami disini untuk mencari tahu untuk apa tanah ini diratakan,” tutupnya. (Bin)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close