Nasional

Dinas Pendidikan DKI Tegaskan KJP Tidak Boleh Digadai

Barometernews, Jakarta – Pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus penimbunan San penggadaian ratusan Kartu Jakarta Pintar (KJP) di sebuah toko peralatan sekolah yang berada di kawasan Kalideres Jakarta Barat.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Jakarta Barat 1, Agus Ramdani memastikan bahwa penimbunan KJP di toko tersebut menyalahi aturan, dengan tegas Agus mengatakan penggadaian KJP yang dilakukan para wali murid di Kalideres adalah tindakan terlarang.

“Kalau prosedurnya enggak boleh digadaikan. Jadi kalau sudah digunakan ya dikembalikan lagi,” ujar Agus dikonfirmasi, Selasa (15/7).

Berangkat dari temuan ini, Agus menjelaskan pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Namun sampai saat ini pihak P4OP masih menunggu polisi menyelidiki kasus tersebut dan 219 KJP masih berada di tangan polisi.

Rencananya pihak P4OP akan memeriksa satu persatu pemilik KJP yang telah menggadaikan KJP di toko tersebut.

“Jadi kami masih menunggu penyelidikan polisi dulu,” ujarnya.

Ditanyai terkait status toko yang menimbun ratusan KJP, Agus tidak mau berkomentar, menurut Agus, pemutusan kerjasama dengan toko tersebut merupakan ranah Disdik DKI Jakarta.

Diberitakan sebelumnya Ratusan Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Kalideres, Jakarta Barat disita polisi. Penyitaan tersebut sebagai barang bukti dari kasus pemerasan.

Kapolsek Kalideres Kompol Slamet mengatakan bahwa pihaknya meringkus empat pria lantaran mereka memeras pemilik toko perlengkapan sekolah.

Keempat pria itu berinisial W alias B, A alias A, S alias A, dan R. Sementara dua pelaku lainnya yakni RO dan AR masih buron.

Kasus itu kata Slamet diawali pada Senin (4/5/2020). Awalnya para pelaku mendatangi toko milik korban SA yang terletak di Jalan Anyar, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

Saat itu para pelaku menuding korban telah menyelewengkan KJP. Para pelaku pun mengambil 219 KJP yang disimpan oleh korban di tokonya.

“Saat beraksi satu pelaku mengaku sebagai wartawan dan satu pelaku mengaku sebagai tim buser dari Polda Metro Jaya,” ujar Slamet saat rilis kasus pemerasan di Mapolsek Kalideres Jakarta Barat, Senin (13/7/2020).

Karena ketakutan korban pun tidak berkutik ketika para pelaku merampas ratusan KJP dari tokonya.

Tidak puas mengambil seluruh KJP, korban diajak masuk ke dalam mobil dan diajak berkeliling-keliling Jalan Daan Mogot di Kalideres hingga ke Grogol Petamburan.

Di dalam mobil, para pelaku juga sempat memeras korban. Korban dimintai uang senilai Rp50 juta karena dianggap telah menyalahi aturan karena menyimpan ratusan KJP di tokonya.

Karena takut, korban memberikan uang Rp4,5 juta kepada para pelaku.

“Namun karena korban tak miliki uang Rp50 juta, para pelaku hanya dikasih Rp4,5 juta yang dibawa korban,” ujar Slamet.

Namun ratusan KJP itu tetap berada di tangan pelaku. Para pelaku baru mau menyerahkan KJP jika korban menebusnya dengan uang senilai Rp50 juta.

Akhirnya pada Rabu (13/5 – red) korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalideres.

Sebulan kemudian, tepatnya Sabtu (13/6 – red) polisi berhasil menangkap pelaku. Dua pelaku ditangkap di Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dan dua pelaku lagi ditangkap di Cengkareng, Jakarta Barat.

Sementara dua pelaku lain RO dan AR sudah berstatus DPO. (Tito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close