Seputar Depok

Galian Ilegal Tanah Pepabri Ditutup Pol PP Depok

Kami memiliki surat hibah resmi dari orang tua Rudi Samin, almarhum Muhamad Samin

Barometernews, Depok – Galian tanah yang belokasi di Jalan Raya Parung Serab Kelurahan Tirtajaya Kecamatan Sukmajaya Depok ditutup oleh Polisi Pamong Praja Kota Depok. Kamis (15/8)

Pekerjaan galian tanah yang dilakukan sebelum idul adha tersebut pada hari rabu kemarin (14/8) telah ditutup karena belum mengatongi surat ijin dari dinas terkait.

Kasie Trantibum Agus Muhammad mengatakan kegiatan terkait galian tanah tersebut telah ditutup.

“Berdasarkan laporan warga serta surat dari Lurah Tirtajaya. Kegiatan pengerjaan galian tanah ilegal telah kami hentikan, ujarnya.

Lebih lanjut agus menambahkan, kegiatan tersebut telah ditutup. Aksi penutupan yang dilakukan Pol PP didampingi oleh babinsa tirtajaya, danramil tirtajaya serta Lurah Tirtajaya Imron.

Dari hasil wawancara tim barometer kepada salah satu pemegang hibah sulaiman, tanah tersebut milik Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (pepabri) dan sudah di hibahkan kepada 625 anggota pepabri.

“Kami memiliki surat hibah resmi dari bapak Samin,”ucapnya.

Sulaiman lebih lanjut menambahkan, dirinya beserta para anggota pepabri lainnya melakukan protes terkait aksi galian liar tersebut.

“Kami sama sekali tidak mengetahui tentang kegiatan galian tanah yang dilakukan di tanah milik kami,”imbuhnya.

Salah satu anggota pepabri lainnya karya menambahkan, dirinya beserta anggota pepabri lainnya mengatakan bahwa sebenarnya tanah tersebut milik anggota pepabri berdasarkan surat hibah dari almarhum Muhamad Samin.

“Kami memiliki surat hibah resmi dari orang tua Rudi Samin, almarhum Muhamad Samin,”katanya.

“Tanah milik kami bahkan pada tahun 2014 pernah di DP sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) oleh Tomi dan sisanya dalam waktu 3 bulan ingin dilunasi. Tapi hingga tahun ini tidak ada kejelasannya dan tiba – tiba tanah kami di gali seperti ini,”pungkasnya. (Bin)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close