Nasional

Gunakan Teknologi Korea, RSUD Kembangan Tekan Budjet Disinfektan

Barometernews, Jakarta – Lima alat penyemprot disinfektan kini terpasang di RSUD Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (24/9/2020). Alat yang berasal dari Korea itu mampu menekan anggaran pembelian disinfektan rumah sakit.

Terlebih selama ini, banyak disinfektan mencampurkan dengan alkohol. Bila terus menerus akan membuat iritasi pada kulit.

Meski tak merinci jumlahnya berapa, namun Kasie Pelayanan Media RSUD Kembangan, dr Asih Permatasari mengatakan selama penerapan PSBB di Jakarta saat pandemik. Pembelian disinfektan menjadi salah satu yang paling sering dilakukan.

“Dan bikin cukup mudah. Hanya air dan garam dikit, tunggu beberapa menit. Nah kalo buat sendiri cukup ribet juga kan, kalo ini hanya dengan air keran,” katanya saat mendemokan alat disinfektan ini.

Lima alat yang dimiliki RSUD Kembangan Jakarta Barat sendiri merupakan alat disinfektan impor dari Korea. RSUD Kembangan sangat beruntung mendapatkan alat ini secara gratis setelah distributornya, PT HOCL memberikannya cuma cuma.

Rencananya alat ini akan digunakan begitu ada pasien ODP, PDP, bahkan Suspect yang berobat maupun jalani perawatan di RSUD Kembangan. Usai mereka tak direwat, tempat tidur, ruang perawatan akan langsung disinfektan menggunakan alat ini.

“Saya terimakasi pada dari HOCL. Saya harapkan bisa membantu pencegahan penularan Covid-19,” tuturnya.

Alat yang berukuran sebesar teko ini sangat simpel digunakan dan mudah dibawah karena portabel. Untuk menggunakannya, hanya membutuhkan 280 ml air keran lalu mencampurkannya dengan garam 0,3 gram.

Dari situ, setelah di pencet tombo automatis, makan proses perubahan air keran bergaram menjadi asam hiploklorit. Untuk menguji kandungan asamnya, tes kemudian dilakukan menggunakan, warna kertas menjadi ungu menandakan kandungan asam hiploklorit ada, semakin ungu warnanya semakin tinggi asam itu, virus dan bakteri akan cepat mati.

Sementara saat percobaan itu, air keran kemudian di ujicobakan. Namun kertas sampel tak kunjung berubah warna.

Kepala Divisi Humas PT HOCL, Patrick Chandra mengatakan, alat ini menghasilan cairan disinfektan yang sangat aman bagi kulit. Sebab tak menggunakan alkohol saat membuat disinfektannya.

“Nah kita bawa, alat ini dengan teknologi baru semoga bisa jadi solusi masyarakat yang punya kulit sensitif terhadap alkohol ini bisa jadi solusi,” tegasnya saat mendemokan alat ini.

Dengan kondisi covid yang kian mewabah, maka pihaknya yakin alat ini akan bermanfaat. Mengingat setiap hari di rumah sakit ada saja pasien yang keluar masuk, serta riskan menyebarkan covid-19.

Tak heran, pihaknya membagikan alat ini gratis bagi seluruh rumah sakit. Setiap rumah sakit mendapatkan 5 unit alat semprotan disinfektan.

“Sudah dipasarkan di Indonesia masih secara online. Kalau di lab Indonesia sudah diuji di lab Sucofindo kalau di luar negeri di Korea ada juga, jadi bisa dilihat di website kita hasil labnya,” terangnya.

Bahkan, izin edar dari Kementrian Pedagangan sudah di kantongi dan alat ini bukan sebagai alat kesehatan melainkan kategori alat kebersihan. Pasalnya, apa yang dihasilkan bukan untuk dikonsumsi melainkan untuk kebersihan rumah dari penyebaran virus. (Tito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close