Nasional

MAN I Balikpapan Boyong Juara Pertama pada Kompetisi Young Innovation Project Pertamina

Barometernews, Balikpapan– MAN 1 Balikpapan berhasil boyong juara pertama kompetisi Young Innovation Project (YIP) saat final bersama empat finalis lainnya di Kantor Besar Refinery Unit V Balikpapan. Membawakan karya ilmiah dengan judul pengembangan dan pemanfaatan potensi biomassa secara efisien di lingkungan sekolah, tim MAN 1 bersama guru pendamping tampak sangat bahagia, berikut dengan tim dari SMK Kartika V-I Balikpapan yang menduduki Juara II dengan membawa topik alat pengganti genset sederhana portable dengan solar cell dan charger. Sabtu (15/02/2020)

Finalis kompetisi lainnya berasal dari SMA Negeri 1 Balikpapan, SMA Negeri 2 Balikpapan, dan SMA Negeri 3 Balikpapan. Para finalis telah melalui tahapan seleksi sebelumnya pada tahun 2019 dengan peserta sebanyak 12 sekolah di Kota Balikpapan dan pada tahap final ini, peserta mempresentasikan ide dan gagasannya dihadapan juri yang berasal dari perwakilan Pertamina dan pihak akademisi dalam hal ini dosen ITK di Kantor Besar RU V Balikpapan.

Bersama finalis Pertamina Youth Innovation Project dan Juri dari Institut Teknologi Kalimantan

Young Innovation Project (YIP) ini merupakan kompetisi karya tulis ilmiah dengan fokus pada isu teknologi energi baru dan terbarukan yang menyasar pada pelajar SMA/SMK/MAN Kota Balikpapan yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi energi baru dan terbarukan pada tahun 2018 yang dikemas dalam kegiatan Eco Camp. Kompetisi YIP adalah bentuk nyata dan komitmen Pertamina RU V peduli akan melimpahnya ide-ide segar yang ada di generasi muda. Program YIP adalah salah satu program CSR Pertamina RU V dalam bidang pendidikan.

Selain dari mengasah kemampuan berpikir para peserta, kegiatan ini juga mendukung dan memperkaya penelitian mengenai energi alternatif. Berangkat dari kondisi sumber daya alam yang semakin lama semakin terbatas, hal ini jelas berpengaruh pada terbatasnya sumber energi yang ada. Energi alternatif merupakan solusi jitu untuk menyeimbangkan kebutuhan energi yang ada.

Roberth Marchelino Verieza, Region Manager Comm, Rel & CSR mengatakan,” Pertamina sebagai perusahaan di bidang energi juga sangat concern terhadap energi alternatif atau yang biasa disebut energi baru terbarukan. Saat ini Pertamina pun telah mengembangkan energi selain fosil dan melalui ide-ide segar dari adik-adik SMA ini akan membiasakan mereka untuk berinovasi dan dapat mengaplikasikan keilmuannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Siswa SMK Kartika V-I Balikpapan saat presentasi Project Alat Pengganti Genset Portabke dengan Solar Cell dan Charger.

“Para pemenang mendapatkan total nilai hadiah 26 juta rupiah untuk pemenang pertama ( 20 juta dana realisasi dan 6 juta uang pembinaan), sedangkan untuk juara II mendapatkan total nilai hadiah 24 juta rupiah ( 20 juta dana realisasi dan 4 juta uang pembinaan). Pemenang wajib merealisasikan karya ilmiah dengan dana yang sudah diberikan dan Pertamina bekerjasama dengan Institut Teknologi Kalimantan akan melakukan monitoring dan evaluasi guna proyek dari masing-masing peserta dapat terlaksana secara optimal,” tuturnya.

“Harapannya, kegiatan ini dapat terlaksana lagi di tahun ini dan terbuka untuk lebih banyak sekolah, karena kompetisi ini sangat bagus dan memicu anak didik kami untuk berpikir ilmiah dan kritis, tentunya untuk manfaat bersama.” pungkas guru pendamping SMK Kartika V-I Balikpapan. (Deni)

Refinery Unit (RU) V Balikpapan merupakan salah satu Unit Bisnis Direktorat Pengolahan Pertamina yang produknya disalurkan ke kawasan Indonesia bagian Timur dan beberapa produk disalurkan ke Indonesia bagian Barat dan diekspor.

Produk-produk yang diproduksi meliputi Bahan Bakar Minyak/BBM (Premium, Kero, Solar, Pertadex & Pertamax), Non Bahan Bakar Minyak/NBBM (Smooth Fluid 05), dan LPG.

Berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, RU V telah beroperasi sejak 1922 dan saat ini memasok hingga 26% total kebutuhan BBM di seluruh Indonesia. Lokasi RU V sangat strategis untuk memasok kebutuhan BBM di kawasan Indonesia Timur, dan didukung oleh jaringan distribusi yang baik, mencakup pipa distribusi,kapal tanker, serta moda transportasi darat.

Refinery Unit V memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah 260 MBSD setara 25% dari kapasitas intake nasional dan market share BBM 15,6 % skala nasional.

Kapasitas kilang RU V ditargetkan untuk dikembangkan sebesar 100 MBSD menjadi 360 MBSD melalui Program Refinery Development Master Plan (RDMP).

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close