Nasional

Mudik Liar, Travel Gelap Patok Tarif Mudik Tiga Kalo Lipat Harga Normal

Barometernews, Jakarta – Aksi nekat mudik yang hampir tak terkendali di tengah himbauan larangan mudik oleh Pemerintah guna menekan penyebaran virus Corona kali ini dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mencari keuntungan menggiurkan.

Para penyedia jasa travel yangs secara gelap diketahui menaikkan tarif hingga empat kali lipat dari harga normal bagi para pemudik yang ingin meninggalkan Jabodetabek.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombespol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, para teracak gelap tawarkan pelayanan dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Contoh yang mau ke Brebes, Jawa Tengah, tiketnya Rp 500.000. Padahal harga normal Rp 150.000. Ada yang ke Cirebon, tiketnya Rp 300.000, padahal harga normal Rp 100.000,” ujar Sambodo dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).

Menurut Sambodo, para pelaku mempromosikan jasa travel gelap tersebut melalui media sosial Facebook atau Instagram, agar aksinya pemasarannya secara senyap.

“(Tujuannya) hampir seluruh kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan sebagian ke Jawa Barat. Tujuan mereka ada yang ke Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Tuban, Situbondo, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Cirebon, hampir semua kota ada tujuannya,” ujarnya.

Dalam Antisipasi hal itu mengacu pada larangan mudik, Sambodo mengatakan pihaknya telah mengamankan 228 kendaraan travel gelap yang mengangkut 1.389 pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020 sejak 24 April hingga 11 Mei 2020.

“jika lebih dirinci, Polda Metro Jaya mengamankan 202 kendaraan travel gelap yang mengangkut 1.113 pemudik selama tiga hari operasi penyekatan, yakni 8 hingga 10 Mei 2020.” ujarnya.

Kendaraan travel itu terdiri dari 11 unit bus, 112 unit minibus 112, 78 mobil pribadi, dan satu unit truk.

Para pengemudi travel dikenakan saksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan.

Sementara, pengemudi truk dikenakan Pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena mengalihfungsikan kendaraan barang untuk mengangkut penumpang. (Tito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close