Seputar Depok

Protes Warga Terkait Aktivitas Truk, Ini Kata Wakil Wali Kota Depok

Barometernews, Depok– Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menanggapi protes warga Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas terkait aktivitas truk yang melintas di Jalan Pramuka pada selasa (02/07/2019) malam.

Ditemui saat menghadiri acara penilaian lomba Binter di Makodim Depok. Wakil Wali Kota yang akrab disapa bang Pradi mengatakan, aksi protes warga tersebut sudah sering ia dengar melalui media sosial dan bahkan disampaikan secara langsung oleh warga.

“Terkait hal ini saya memang sudah sering dengar baik itu di Medsos dan bahkan ada yang sampaikan langsung ke saya,” kata Pradi di Makodim Depok, Rabu (03/07/2019).

Dijelaskan Pradi, aksi protes ini bukan karena kesalahan pemerintah kota (pemkot), hanya saja belum ada komunikasi yang baik. Untuk itu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan semua pihak.

“Jadi bukan kesalahan pemkot lah. Ini hanya belum ada komunikasi. Semua pasti bisa diselesaikan kalau ada komunikasi dan duduk bareng semua pihak,” ujarnya.

foto:istimewa

Selain itu, Pradi memaklumi terkait aksi protes warga lantaran banyak hal yang ditimbulkan akibat aktivitas truk tersebut. Salah satunya, debu dan jalanan yang penuh dengan tanah.

“Kan kalau keluar mungkin ban truk banyak nempel tanah, akhirnya berserakan di jalan yang dilalui warga. Terus mungkin debu dan macet, makanya warga protes,” jelasnya.

Menurutnya, aktivitas truk perlu dievaluasi dengan merubah jadwal muatan.

“Yang awalnya pagi atau siang mungkin bisa pindah di malam hari. Artinya semua bisa diselesaikan kalau ada komunikasi yang baik. Tapi kita akan upayakan penyelesaian dan saya siap menjadi taruhan untuk memediasi dengan pelaksana proyek,” tegasnya.

Aktivitas truk yang mengangkut galian tanah tersebut, lanjut Pradi, merupakan upaya pemerintah untuk menyelesaikan pembangun tol yang kedepannya sebagai sarana penunjang untuk mengurai kemacetan.

“Inikan untuk kita ke depan, jadi tol ini bisa mengurai kemacetan yang ada di kita. Makanya sekali lagi dengan adanya masalah ini perlu ada komunikasi yang baik antara semua pihak,” pungkasnya.

Sebelumnya warga Kelurahan Mampang melakukan aksi protes dengan menutup akses jalan yang dilalui truk pembawa galian tanah di jalan pramuka, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (02/07/2019) malam.

Aksi protes tersebut ditenggarai aktivitas truk pembawa tanah galian itu menimbulkan debu dan kemacetan.

“Kami keberatan jika truk-truk pembawa tanah galian ini melintas di Jalan Raya Pramuka. Sebab, rumah kami jadi berdebu. Apalagi sejak amblesnya jembatan Mampang..? kemacetan di jalan ini semakin parah,” ungkap BR, salah satu warga yang melakukan penghadangan.

Menurutnya, jika aktivitas truk tersebut masih berjalan, mereka akan kembali melakukan aksi penghadangan.

Dia berharap, dengan aksi yang dilakukan tersebut, aparat terkait dapat menindaknya. Sehingga dampak negatif yang dirasakan warga tidak lagi dialami

“Semoga dengan aksi penghadangan yang kami lakukan ini menjadi perhatian aparat terkait, khususnya Pemkot Depok,” pungkasnya. (Bin)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close