Nasional

Siaga COVID-19, PHE ONWJ Pastikan Kegiatan Operasi Tetap Berjalan

Barometernews, Jakarta – Meski dalam kondisi pandemic COVID-19, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yaitu PHE ONWJ memastikan aktivitas operasi di lapangan tetap berjalan dengan baik. Sabtu (11/04)

“Kegiatan kami tetap berjalan seperti sebelumnya. Tentu ada yang kami sesuaikan untuk menghadapi pandemic COVID-19, seperti crew change yang biasanya berlangsung setiap 12 hari sekali, kini kami perpanjang menjadi 28 hari, “ ujar Cosmas Supriatna, GM PHE ONWJ.

Cosmas menambahkan, hal ini dilakukan sebagai antisipasi untuk mengurangi mobilitas pekerja saat crew-change sehingga penularan virus dapat diminimalisir. Upaya lainnya pun dilakukan berupa screening kesehatan pekerja saat crewchange untuk memastikan pekerja dalam kondisi sehat sebelum memasuki lokasi kerja.

Total sebelas flow station offshore, satu rig pemboran, dua lift barge well service dan lima lapangan onshore dengan kondisi pada saat operasi normal sebelumnya terdapat sekitar 1200 pekerja dan saat ini dikurangi menjadi sekitar sekitar 970 pekerja. Hal ini dilakukan sebagai upaya menerapkan physical-distancing di tempat kerja.

Beberapa upaya lain adalah, menjaga kebersihan kapal Crew-Change dengan melakukan pembersihan menggunakan desinfektan. Selain itu para pekerja juga harus memakai masker secara konsisten saat berangkat crew-change. Selain itu, untuk pengiriman barang-barang penunjang operasi maupun stok makanan, dipastikan tetap berjalan dengan baik dan dalam keadaan bersih sesuai standar Food Safety.

Hingga saat ini, target produksi masih sama sesuai dengan RKAP dan terus berupaya memenuhi target APBN meskipun lebih besar dari target RKAP yang diajukan. Baru-baru ini PHE ONWJ juga melakukan pengeboran sumur FK-1 dengan hasil yang cukup positif.

“Bekerja saat kondisi seperti ini tentu tidak mudah dan berisiko tinggi. Namun ini adalah tanggung jawab kami demi ketahanan energi negeri,” pungkasnya.(Deni)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close