Nasional

Telat Pencairan, Berujung Ratusan Wali Murid Gadaikan KJP Di Kalideres

Barometernews, Jakarta – Telatnya pencairan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) membuat resah ratusan orang tua murid di Kalideres, Jakarta Barat, para orang tua siswa tersebut akhirnya mengadaikan KJP ke toko peralatan sekolah.

Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan pihaknya telah memeriksa tiga dari ratusan wali murid yang dagaikan KJP tersebut, kasus tersebut berujung pemerasan terhadap pemilik toko peralatan sekolah oleh sejumlah orang yang mengaju sebagai wartawan dan anggota polisi.

“Ada tiga orang yang kami jadikan saksi atas kasus pemerasan yang dilakukan oknum wartawan dan polisi gadungan. Korbannya merupakan pemilik toko tempat KJP itu dititipkan,” ujar Syafri dikonfirmasi, Selasa (15/7).

Sebelumnya, Polsek Kalideres, Jakarta Barat menangkap empat pelaku pemerasan terhadap pemilik toko seragam di Kalideres, Jakarta Barat.

Hasil penyidikan pemilik toko diketahui menyimpan ratusan KJP siswa di sekitar toko itu. Ratusan KJP kemudian diamankan karena dijadikan barang bukti kasus pemerasan.

Dari pemeriksaan tiga saksi, yang merupakan orang tua pemilik KJP itu mengatakan bahwa mereka dengan sengaja menggadaikan KJP lantaran membeli ingin perlengkapan sekolah untuk anak mereka yang akan mulai tahun ajaran baru.

Keterangan para orang tua siswa tersebut menyebutkan dana KJP belum cair, para orang tua ini kemudian menitipkan KJP ke toko perlengkapan sekolah sampai datangnya pencairan.

“Nanti tinggal di potong, KJP dikembalikan,” ujar Syafri.

Meski demikian Syafri enggan merinci alasan wali murid menggadaikan KJP itu. Menurutnya, pihaknya hanya menyelidiki adanya tindak pidana pemerasan yang berkaitan.

Menanggapai itu, Kasudin Pendidikan wilayah 1, Agus Ramdhani tak memperkenankan adanya gadai KJP yang dilakukan para wali murid di Kalideres.!

Agus menjelaskan pihaknya dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menurunkan tim mencati titik terang masalah itu.

“Tapi karena penyidikan polisi, kita belum dapat utuh, semuanya di pegang polsek, kita belum dapat nama namanya,” ujarnya.

Mantan Camat Kembangan ini menambahkan pihaknya juga tak peduli adanya pemerasan dalam kasus itu.

Menurut Agus, persoalan yang ditanganinya yakni penyalahgunaan KJP yang dilakukan antara orang tua murid dengan pemilik toko.

“Yang pasti gadai menggadai tidak boleh. Teknis bagaimana biar nanti yang berkompeten menjelaskannya,” ujarnya.

Sebelumnya Polsek Kalideres Jakarta Barat melakukan ungkap kasus pemerasan terhadap pemilik toko perlengkapan sekolah, yang di lakukan empat orang pelaku.

Para pelaku yang mengaku sebagai wartawan dan anggota polisi tersebut pengancam akan mempidanankan pemilik toko lantaran menadah ratusan KJP yang di gadaikan para orang tua siswa, para pelaku kemudian meminta uang sebanyak Rp.50 juta kepada pemilik toko dengan dalih tidak akan menindak korban.

Korban yang resah di peras oleh para pelaku kemudian laporkan ke Polsek Kalideres, polisi kemudian menangkap para pelaku pemerasan dan menyita sebanyak 219 kartu KJP. (Tito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close