Nasional

Tidak Pakai Masker Dan Di Hukum Menyapu Jalanan, Seorang Wanita Lihatkan Ekspresi Jijik

Satpol PP memberikan dua pilihan kepada wanita itu, yakni membayar denda Rp 250.000 atau menjalani sanksi sosial berupa menyapu jalanan

Barometernews, Jakarta – Aksi seorang wanita pelanggar protokol kesehatan Covid-19 di masa PSBB transisi saat menjalani hukuman menyapu jalanan viral akibat wanita tersebut memperlihatkan ekspresi jijik saat menjalani sanksi sosialnya menyapu jalanan.

Dia terlihat jijik untuk memegang sapu dan serokan dari anyaman tanpa gagang.

Aksinya saat menyapu jalanan itu pun direkam menggunakan ponsel dan diposting di beberapa akun media sosial.

Dalam video yang beredar, sang perekam menanyakan mengapa wanita itu memilih sanksi sosial ketimbang membayar denda.

“Mba, tadi mah harusnya denda aja, enggak perlu jijik jadinya,” tanya sang perekam.

Mendengar pertanyaan itu, wanita tersebut dengan tatapan ke arah daun yang disapunya menjawab bahwa dirinya tidak pernah menyapu.

“Saya kan enggak pernah nyapu,” jawab wanita itu yang mengenakan rompi orange bertuliskan pelanggar PSBB.

Di sela dia menyapu, wanita itu sempat menanyakan apakah disediakan hand sanitizer untuknya nanti mencuci tangan.

“Ada kok, tenang aja,” terdengar jawaban salah satu petugas Satpol PP yang sedang mengawasi.

Dikonfirmasi, Kasatpol PP Kecamatan Kembangan, Sumardi Siringo Ringo mengatakan, peristiwa itu terjadi di depan Pasar Taman Aries saat pihaknya menggelar patroli Pergub 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB transisi.

Dikatakannya, wanita itu adalah pengendara mobil yang tidak mengenakan masker yang kemudian tertangkap tangan petugas patroli.

“Ibu itu mengendarai mobil tidak pakai masker dan kita berhentikan agar pakai masker, tapi ternyata ibu itu tidak bawa masker,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (17/6)

Lantaran tak membawa masker, maka Satpol PP memberikan dua pilihan kepada wanita itu, yakni membayar denda Rp 250.000 atau menjalani sanksi sosial berupa menyapu jalanan.

“Ibu itu pilih kerja sosial dan beliau bilang rugi kalah denda administrasi Rp 250 ribu, yaudah kami persilahkan dia jalani kerja sosial,” ujarnya.

Sumardi menjelaskan, selain jijik menyapu, wanita itu juga awalnya sempat menolak memakai rompi orange untuk pelanggar PSBB.

“Kami bilang tidak bisa bu, harus mau biar ada bukti bahwa ibu melanggar PSBB masa transisi sesuai Pergub, barulah dia akhirnya mau,” pungkasnya. (Tito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close